5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Perempuan saat Mengalami Career Break

Survey membuktikan bahwa di tahun 2022 yang telah melibatkan sekitar 13 ibu pekerja eksekutif memperlihatkan hasil bahwa 64% wanita pernah mengalami  kondisi career break pada sepanjang perjalanan karir mereka dengan berbagai macam alasan. Namun dibalik fakta tersebut, sebetulnya peluang bagi wanita Indonesia untuk bisa kembali berkiprah di bidang professional masih sangat terbuka.

Hal ini terlihat dari jumlah tenaga keja wanita professional yang terus mengalami peningkatan menjadi 50 persen di tahun 2021. Tapi sayangnya ada tantangan entah secara eksternal maupun internal yang perlu dihadapi oleh wanita saat berencana untuk kembali ke dunia profesional setelah melakukan career break.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa tips yang dapat kamu terapkan sebagai wanita dalam mempersiapkan diri saat akan kembali bekerja. Simak penjelasan rincinya berikut ini.

1. Jangan takut untuk kembali memulai

Jeda kerja yang diambil ketika career break dapat saja terjadi karena berbagai macam faktor. Walaupun begitu, ada banyak individu yang malah merasa ragu untuk kembali meniti karirnya ketika sudah merasa bahwa jeda yang dilakukan sudah cukup.

Maka dari itu, Lika Satvarini yang merupakan Professional Image Consultant, Career Coach dan Self-Growth memberikan sebuah pesan untuk tidak perlu takut agar tetap maju dan mencoba. Jika kamu takut cobalah lakukan hal ini dengan tetap diiringi rasa takut di dalam diri.

“Lakukanlah dengan perasaan takut sambil menganalisis serta memahami apakah memang penting rasa takut tersebut ada di dalam diri? Lalu lakukan afirmasi setiap pagi hari, misalnya “Saya memiliki potensi besar” dan lain sebagainya.

2. Mempelajari perubahan pada industri kerja yang akan digeluti

Seorang perempuan wajibnya untuk terus belajar seta menyesuaikan terhadap perubahan yang ada di dalam dunia industri. Dengan begitu, kamu pun mungkin akan menyadari dengan cepat bahwa adanya potensi baru dari dalam dirimu yang dapat dikembangkan.

Datang di dalam situasi yang berbeda, tentu kualifikasi dan kompetensi pun akan ikut berbeda. Dimana mempelajari perubahan apa yang terjadi di dunia industri itu sangatlah penting. Jika mampu, kamu mungkin harus berani untuk tampil beda. Sebab sebagai anak bau di lingkungan yang bau seharusnya telah menyiapkan kompetensi yang lebih siap dan lebih baik. Kamu perlu mengupgrade skill mu untuk bisa mengetahui potensi baru yang akan digunakan di kondisi yang baru pula.

3. Memanfaatkan media sosial dalam membangun personal branding

Kekuatan dari sosial media saat ini sudah sangat berpengaruh. Oleh sebab itu, kamu perlu mendalami dunia internet agar bisa memperoleh banyak informasi hingga pengembangan diri. Kamu dapat menyampaikan alasan memilih career break serta menunjukan kemampuan yang kamu punya.

Dari media sosial juga kamu bisa menunjukkan kemampuan kamu dalam menulis artikel dan dapat di share ke berbagai platform. Dengan begitu, karya yang kamu buat bisa dilihat oleh banyak orang dan bahkan pihak perekrut yang sedang mencari kandidat untuk bekerja di perusahaannya.

4. Mengikuti kegiatan positif, misalnya volunteer dan sejenisnya

Pada fase jeda karier ini sebaiknya dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif.Seperti menciptakan nilai bagus di mata para perekrut merupakan kegiatan volunteer.

Seluruh hal tersebut larinya ke tampilan branding dari membangun sebuah reputasi yang baik, dan menjadi first impression yang paling menonjol salah satunya yakni penampilan kamu yang istimewa.Karena tampilan adalah awal dai segalanya, apalagi untuk dunia professional.

5. Membangun kepercayaan diri yang kuat menjadi modal awal meniti karier kembali

Memiliki kepercayaan diri yang tinggi bisa dijadikan modal utama yang wajib dimiliki oleh perempuan untuk dapat menaklukkan berbagai macam rasa insekyur dalam diri. Selain kamu terus berupaya memperbaiki diri, sangat penting kiranya untuk menjadikan style branding sebagai usaha dari personal branding sebab bisa melahirkan first impression yang bagus serta menciptakan perspektif yang sangat positif di dunia kerja.

Kondisi ini sejala oleh teori yang mana faktor visual berupa body language dan style mendominasi kesuksesan dalam membangun komunikasi interpersonal, diiringi dengan verbal dan vokal. Hal-hal inilah yang wajib diperhatikan bagi perempuan yang akan kembali bekerja setelah career break.

Sampai saat ini, visual berada di tingkat paling tinggi yakni 55 persen. Maka dari itu, saat orang menyukai kamu, maka kamu akan mudah untuk didengarkan. Saat orang tersebut mendengarkan dan percaya terhadap kamu, dia pun berpotensi untuk mengajak kamu untuk berkarir serta berbisnis.

Tidak hanya tampilan yang stylish, style rambut juga salah satu faktor penting yang bisa menunjang style kamu sebagai perempuan ketika kembali ke dunia professional. Misalnya ketika sedang interview, dimana tampilan rambut yang praktis dan rapi akan menunjukkan bahwa kamu tidak mempunyai hal yang disembunyikan.

 

 

Survey membuktikan bahwa di tahun 2022 yang telah melibatkan sekitar 13 ibu pekerja eksekutif memperlihatkan hasil bahwa 64% wanita pernah mengalami  kondisi career break pada sepanjang perjalanan karir mereka dengan berbagai macam alasan. Namun dibalik fakta tersebut, sebetulnya peluang bagi wanita Indonesia untuk bisa kembali berkiprah di bidang professional masih sangat terbuka. Hal ini terlihat…